Muslimah Smart
Berbagi sesama untuk jadi muslimah smart
Selasa, 17 Mei 2016
Kamis, 21 April 2016
Rabu, 20 April 2016
Selasa, 19 April 2016
Senin, 18 April 2016
Makalah Peran Guru BK dalam Memfasilitasi perkembangan Peserta Didik
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Guru merupakan salah satu
komponen penting dalam rangka mencapai amanat Negara dalam mencerdaskan kedupan
bangsa dimana guru mempunyai fungsi strategis mengembangkan potensi peserta didik
dalam hal ketakwaan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa secara
keseluruhan. Peran guru juga sangat diharapkan mampu secara optimal
mengembangkan peserta didik dengan tidak hanya sebagai pembelajar, melainkan
juga sebagai pembimbing peserta didik dalam mengenal dirinya dan lingkungannya.
Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak tersesat dalam proses menuju
generasi yang sesuai amanat Undang-Undang. Salah cara atau wadah untuk
mempermudah mewujudkan hal tersebut adalah layanan bimbingan dan konseling bagi
peserta didik di sekolah.
Bimbingan dan konseling adalah salah
satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem.
Pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah.
Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan
pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media
pendidikan, sistem administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian,
tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan.
Bimbingan dan konseling merupakan
bantuan kepada individu peserta didik dalam menghadapi persoalan-persoalan yang
dapat timbul dalam hidupnya atau dalam proses belajarnya. Bantuan semacam itu
sangat tepat jika diberikan di sekolah, agar setiap peserta didik dapat lebih
berkembang ke arah yang seoptimal mungkin. Dengan demikian bimbingan dan
konseling menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan
sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut termasuk,
tentu saja, seorang guru pembimbing (konselor)
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang, rumusan masalah
yang ingin penulis ungkap adalah:
1. Apa pengertian dari Guru
Bimbingan Konseling?
2. Apakah yang dimaksud dengan
Bimbingan dan Konseling?
3. Apa saja tujuan bimbingan dan
konseling?
4. Apa saja fungsi dari bimbingan?
5. Apa saja layanan dari bimbingan
dan konseling?
6. Bagaimana pera guru pembimbing
(konselor) terhadap perkembangan peserta didik?
1.3 Tujuan
Tujuan dari
penulisan makalah ini adalah :
1.
Menjelaskan pengertian dari guru bimbingan dan konseling.
2.
Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling.
3.
Menguraikan tujuan bimbingan dan konseling
4.
Menuliskan fungsi dari bimbingan.
5.
Menguraikan macam-macam layanan dari bimbingan dan konseling.
6. Menjelaskan peran guru pembimbing (konselor) terhadap
perkembangan peserta didik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teori
A. Pengertian Guru Bimbingan Konseling
Guru pembimbing
terdiri dari dua kata Guru dan Pembimbing, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya
mengajar (profesi), dan pembimbing adalah orang yang melakukan proses bimbingan
atau pembimbingan.
Guru pembimbing (konselor) adalah orang
yang mempunyai keahlian khusus dalam melakukan konseling yang bertugas
memberikan bantuan psikologis dan kemanusiaan sevara ilmiah dan profesional
sehingga harus mampu mencitakan komunikasi yang baik dengan siswa dalam
menghadapi masalah dan tantangan hidup.
B.
Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan “counseling” dalam bahasa Inggris. Secara harfiyah istilah “guidance” dari akar “guide” berarti : mengarahkan (to
direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), dan menyetir (to steer).
1.
Bimbingan
Bimbingan merupakan suatu proses yang
berkesinambungan bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan
merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana yang
terarah kepada pencapaian tujuan. Bimbingan menurut para ahli :
a.
Chiskolm, dalam
McDaniel 1959
Bimbingan
membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang
dirinya sendiri.
b.
Lafever, dalam McDaniel 1959
Bimbingan
adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu
pertumbuhan anak muda atas kekuatannya dalam menentukkan dan mengarahkan
kehidupannya sendiri, yang pada akhirnya ia dapat memperoleh pengalaman –
pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.
c.
Bernard &
Fullmer 1969
Bimbingan
merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisi pribadi setiap
individu.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa bimbingan
merupakan suatu bentuk layanan bantuan yang diberikan kepada individu agar
dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu peserta didik
agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance),
mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self
realization) untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam
kehidupannya.
2.
Konseling
Konseling dapat didefinisikan suatu
proses antar pribadi dari seseorang dengan orang lain untuk membantu dalam
meningkatkan pemahaman dan kecakapan yang dimilikinya atau usaha untuk membantu
seseorang dalam menolong dirinya sendiri. Pengertian konseling menurut para
ahli :
a.
Robinson ( M. Surya 1986)
Konseling adalah semua bentuk
hubungan antara dua orang, dimana yang seseorang yaitu klien dibantu untuk
lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan
lingkungannya.
b.
Adi Gunawan,
2003
Konseling
adalah pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan
metode psikologi dsb.
c.
Prayitno,
1997
Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan
melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang
mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi
oleh klien
d.
Mungin Eddy
Wibowo, 1986.
Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan
kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri
sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa
yang akan datang
Jadi, Konseling adalah
pelayanan bantuan oleh seorang ahli untuk individu untuk mengatasi masalah yang
terjadi dalam proses memperoleh konsep dirinya.
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Tujuan umum bimbingan dan konseling pada
dasarnya sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri, karena bimbingan dan konseling
merupakan bagian integral dari system penddikan. Dilihat dalam Undang – Undang
Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu tujuan pendidikan
adalah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiki
pengetahuan dan leterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang
mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Sesuai dengan pengertian bimbingan dan
konseling sebagai upaya untuk membentuk perkembangan kepribadian siswa secara
optimal, maka secara umum layanan bimbingan dan konseling di sekolah harus
dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia. Upaya bimbingan dan
konseling memungkinkan peserta didik mengenal dan menerima diri sendiri serta
mengenal dan menerima lingkungannya secara positif dan dinamis serta mampu
mengambil keputusan, mengamalkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan
produktif sesuai dengan dengan peranan yang diinginkannya di masa depan. Secara
lebih khusus, kawasan bimbingan dan konseling yang mencangkup seluruh upaya
tersebut meliputi bidang bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan beljar
dan bimbingan karier.
Upaya bimbingan dan konseling yang
dimaksud diselenggarakan melalui pengembangan segenap potensi individu peserta
didik secara optimal, dengan memanfaatkan berbagai sarana dan cara berdasarkan
norma – norma yang berlaku dan mengikuti kaidah – kaidah professional. Secara
khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah adalah untuk membantu siswa
agar dapat mecapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi,
social, belajar dan karier.
Tujuan pemberian layanan bimbingan
ialah agar siswa dapat :
1.
Merencanakan
kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang
akan datang.
2.
Mengembangkan
seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.
3.
Menyesuaikan
diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan
kerjanya,
Dapat
diambil suatu kesimpulan bahwa tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk
memandirikan individu.
D. Fungsi Bimbingan
1.
Fungsi
pemahaman, yaitu
fungsi bimbingan yang membantu peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap
dirimya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma
agama).
2. Fungsi preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan
upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin
terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik
seperti bahaya minuman keras, merokok , penyalahgunaa obat-obatan terlarang,
drop out dan pergaulan bebas.
3.
Fungsi
pengembangan,
yaitu fungsi bimbingan dimana konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasiltasi perkembangan peserta didik.
Teknik bimbingan yang dapat digunakan disisni yaitu layanan informasi,
tutorial, diskusi kelompok, atau curah pendapat dan karyawisata.
4.
Fungsi
perbaikan (penyembuhan),
yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kreatif. Fungsi ini berkaitan erat dengan
upaya pemberian bantuan oleh konselor terhadap peserta didik yang memiliki
masalah, baik menyangkut aspek pribadi, social, belajar,maupun karier. Teknik
yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
5.
Fungsi
penyaluran, yaitu
fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakulikuler, jurusan
atau program studi, dan memantapkan penguasaan karier atau jabatan yang sesuai
dengan minat bakat, keahlian dan cirri-ciri kepribadian lainnya.
6.
Fungsi
adaptasi, yaitu
membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah dan staf, konselor, dan guru
untuk menyesuaian program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat,
kemampuan, dan kebutuhan siswa.
7.
Fungsi
penyesuaian,
yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara
dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau
norma agama.
8.
Fungsi
pencegahan, yaitu
fungsi bimbingan yang berupaya mencegah dan menghindarkan peserta didik dari
berbagai permasalahan yang mugkin timbul, yang akan mengganggu, menghambat,
ataupun menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan peserta didik.
E. Macam-macam Layanan Bimbingan Konseling
Ada sejumlah layanan dalam bimbingan dan konseling di
sekolah diantaranya sebagai berikut:
a.
Layanan orientasi
Layanan
orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik
dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peserta
didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru
dimasuki peserta didik untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta
didik di lingkungan yang baru ini.
b.
Layanan informasi
Layanan
informasi yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan
pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik
(terutama orang tua) dalam menerima dan memahami informasi (seperti informasi
pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota
keluarga, dan masyarakat.
c.
Layanan penempatan penyaluran
Yaitu
layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan
penyaluran yang tepat (misalnya, penempatan/penyaluran di dalam kelas, kelompok
belajar, jurusan atau program studi, program pilihan, magang, kegiatan
kurikuler/ekstrakurikuler) sesuai dengan potensi, bakat, dan minat serta
kondisi pribadinya.
d.
Layanan bimbingan belajar
Yaitu
layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mengembangkan
diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar
yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan beelajarnya, serta berbagai aspek dan
tujuan dan kegiatan belajar lainnya, sesuai dengan perkembangan ilmu,
teknologi, dan kesenian.
e.
Layanan konseling perseorangan
Layanan konseling perorangan yaitu
layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik yang
mendapatkan layanan langsung secara tatap muka denagn guru pembimbing/konselor
dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.
2.2 Pembahasan
Bimbingan dan konseling membantu peserta didik untuk mengembangkan
potensi pada anak didik yang mengalami kesulitan dalam suatu hal yang
mengakibatkan keterlibtan dirinya sendiri. Seorang anak akan kesulitan dalam
belajar di akibatkan adanya gangguan yang terjadi pada dirinya baik dari segi
pemikiran, kepribadian maupun segi masalah linkungan disekitarnya.
Perkembangan peserta didik akan
menjadi lebih mudah dilihat dan dirasakan, dikarenakan adanya bimbingan dan
konseling terhadap peserta didik di sekolah.
Dalam pendidikan di sekolah layanan bimbingan dan konseling diberikan oleh
guru, baik guru khusus mata pelajaran bimbingan dan konseling (BK) maupun guru
mata pelajaran dan wali kelas dengan arahan dari kepala sekolah kepada peserta
didik.
Bantuan yang diberikan oleh guru pembimbing kepada peserta didik di sekolah
tidak hanya kepada mereka yang bermasalah saja, tetapi juga diberikan kepada
semua siswa. Baik itu yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah.
Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan siswa tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah terutama saat remaja. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.
Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan siswa tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah terutama saat remaja. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.
Dengan Misi Bimbingan Konseling, yaitu memfasilitasi seluruh peserta didik
memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik, pribadi, sosial, karir
berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang
Maha Esa, Maka sudah selayaknyalah seorang guru khususnya guru pembimbing
merasa bertanggung jawab terhadap peserta didik dan ikut berperan aktif
memberikan layanan khusus kepada mereka.
A.
Peran Guru Bimbingan konseling
Menurut Ahmad Juntika peran guru bimbingan konseling
adalah seorang dengan rangkaian untuk membantu mengatasi hambatan dan kesulitan
yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan,
masyarakat, maupun lingkungan kerja.
Lain halnya menurut Djumhur, ia berpendapat bahwa peran
guru bimbingan konseling adalah seorang yang memiliki pengetahuan dan
pengertian yang lebih lengkap mengenai peserta didk dan berkewajiban menghadapi
kasus-kasus yang lebih berat.
Jadi yang dimaksud dengan peranan konselor/guru bimbingan
konseling adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan secara psikologis
untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa melalui kegiatan bimbingan dan
konseling.
Sebagai
pelaksanan inti, Guru Pembimbing bertugas :
1)
Memasyarakatkan pelayanan Bimbingan
dan Konseling.
2)
Merencanakan program Bimbingan dan
Konseling (terutama program – program satuan layanan dan satuan pendukung
Bimbingan dan Konseling untuk satuan – satuan waktu tertentu). Program –
program tersebut dikemas dalam program harian, semester dan tahunan.
3)
Melaksanakan segenap layanan
Bimbingan dan Konseling.
Ada tiga peran atau fungsi pokok
konselor dalam melakasanakan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Dari
ketiga peran itu ada yang langsung kepada siswa (layanan konseling) dan ada
juga yang tidak langsung, yaitu melalui pihak lain (layanan konsultasi dan
koordinasi). Ketiga peran konselor itu adalah sebagai berikut :
1.
Konseling
Konselor membina atau memantapkan kepercayaan dan hubungan
kerja yang bersifat konfidansial (rahasia) dalam membantu siswa, bai sevara
individual maupun kelompok. Konselor membantu siswa dengan cara mengeksplorasi dan memahami
karakteristik pribadi siswa dalam kaitannya dengan belajar dan pengembangan
diri. Layanan bantuan yang diberikan melalui konseling ini adaah pemecahan
masalah , pengembangan, keterampilan, dan pengambilan keputusan.
2.
Konsultasi
Konsultasi merupakan proses bantuan kepada pihak kedua secara langsung sebagai upaya
untuk membanyu pihak ketiga (siswa) secara tidak langsung. Melalui konsultasi
ini. Konselor membantu para personel sekolah (kepala dan wakil kepala sekolah,
guru mata pelajaran, dan staf administrasi), dan para orang tua siswa. Tujuan
konsultasi adalah membantu mereka agar memiliki pemahaman dan keterampilan
dalam berinteraksi satu sama yang lainnya secara lebih efektif. Khususnya dalam
hubungan dengan siswa.
3.
Koordinasi
Koordinasi merupakan proses kepemimpinan yang diperankan
konselor dalam membantu pengorganisasian dan pengelolaan program bimbingan dan
knseling di sekolah.
B.
Peran guru pembimbing (konselor)
terhadap peserta didik
Peran guru bimbingan dan konseling/ konselor terkait
dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi,
bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/ madrasah. Peran guru
pembimbing yaitu sebagai berikut :
a. Pengembangan
kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami, menilai bakat dan minat.
b. Pengembangan
kehidupan social, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam
memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan social dan
industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
c. Pengembangan
kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/ madrasah
secara mandiri.
d. Pengembangan
karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan
menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Ketika bimbingan dan konseling telah memotivasi anak
untuk mengembangkan potensinya ia akan lebih menonjol dalam potensi pada
dirinya yang mungkin teman yang melihat dirinya berkembang di lingkungannya
tinggal akan terikut termotivasi dengan apa yang telah ia kerjakan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Perkembangan kemampuan peserta didik
secara optimal untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan memecahkan
masalah merupakan tanggung jawab yang besar dari kegiatan pendidikan. Oleh
karena itu, pemahaman potensi pribadi sangat penting untuk perkembangan siswa
sebagai manusia yang utuh. Disamping itu, dalam perkembangannya siswa sering
kali menghadapi masalah yang tidak mampu dipecahkan sendiri, sehingga
mengganggu keberhasilan belajarnya.
Dengan adanya bimbingan dan
konseling Perkembangan
peserta didik akan menjadi lebih mudah dilihat dan dirasakan. Peran guru
pembimbing (konselor) terhadap peserta
didik di sekolah meberikan banyak manfaat dalam perkembangan peserta didik.
Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam proses perkembangan dapat
diselesaikan dengan baik dan membuat peserta didik lebih matang dan meciptakan
kemandirian dalam diri individu. Upaya
bimbingan dan konseling yang diselenggarakan untuk mengembangan segenap potensi
individu peserta didik secara optimal.
3.2 Saran
Dalam proses pembelajaran diharapkan bukan
hanya memperhatikan aspek akademisnya saja tetapi juga harus melakukan
pendekatan emosional dengan siswa agar proses belajar akan lebih mudah dan
disenangi oleh peserta didik. Salah satu caranya yaitu dengan diadakannya
bimbingan dan konseling yang secara tidak langsung akan berhubungan dengan
keberhasilan belajar siswa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu,
L.N. 2006. Program Bimbingan Dan
Konseling Di Sekolah. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
Yusuf, Syamsu,
L.N. 2011. Landasan Bimbingan Dan
Konseling. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
H. Prayitno.
1994. Dasar Dasar Bimbingan Dan
Konseling. Jakarta : Rineka Cipta
Mulyadi, Agus.
2003. Dasar Dasar BImbingan Dan
Konseling. Jakarta : Departemen
Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Dasar Dan Menengah
Sutirna. 2013.
Bimbingan Dan Konseling. Yogyakarta :
ANDI Offset
Willis,
Sofyan, S. 2004. Konseling Individul Teori Dan Praktek. Bandung :
Alfabeta
Munadi
Yudhi.2008.Media Pembelajaran.Ciputat: GB Press.
Jasnielriel.
2012. Layanan Bimbingan Konseling. Online
: http://jasnielreal.blogspot.co.id/2012/10/9/layanan-bimbingan-konseling.html
Bibjai,
Keputrianis. 2013. Peran Guru Dalam
Layanan Bimbingan Dan Konseling. Online : http://keputrianisbinjai.blogspot.co.id/2013/04/peran-guru-dalam-layanan-bimbingan-dan-konseling.html
Langganan:
Postingan (Atom)