Senin, 18 April 2016

Makalah Peran Guru BK dalam Memfasilitasi perkembangan Peserta Didik



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Guru merupakan salah satu  komponen penting dalam rangka mencapai amanat Negara dalam mencerdaskan kedupan bangsa dimana guru mempunyai fungsi strategis mengembangkan potensi peserta didik dalam hal ketakwaan, pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa secara keseluruhan. Peran guru juga sangat diharapkan mampu secara optimal mengembangkan peserta didik dengan tidak hanya sebagai pembelajar, melainkan juga sebagai pembimbing peserta didik dalam mengenal dirinya dan lingkungannya. Hal ini dilakukan agar peserta didik tidak tersesat dalam proses menuju generasi yang sesuai amanat Undang-Undang. Salah cara atau wadah untuk mempermudah mewujudkan hal tersebut adalah layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik di sekolah.
Bimbingan dan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Pendidikan adalah proses interaksi antara masukan alat dan masukan mentah. Masukan mentah adalah peserta didik, sedangkankan masukan alat adalah tujuan pendidikan, kerangka, tujuan dan materi kurikulum, fasilitas dan media pendidikan, sistem administrasi dan supervisi pendidikan, sistem penyampaian, tenaga pengajar, sistem evaluasi serta bimbingan.
Bimbingan dan konseling merupakan bantuan kepada individu peserta didik dalam menghadapi persoalan-persoalan yang dapat timbul dalam hidupnya atau dalam proses belajarnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, agar setiap peserta didik dapat lebih berkembang ke arah yang seoptimal mungkin. Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga-tenaga ahli dalam bidang tersebut termasuk,  tentu saja, seorang guru pembimbing (konselor)

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang, rumusan masalah yang ingin penulis ungkap adalah:
1. Apa pengertian dari Guru Bimbingan Konseling?
2. Apakah yang dimaksud dengan Bimbingan dan Konseling?
3. Apa saja tujuan bimbingan dan konseling?
4. Apa saja fungsi dari bimbingan?
5. Apa saja layanan dari bimbingan dan konseling?
6. Bagaimana pera guru pembimbing (konselor) terhadap perkembangan peserta didik?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Menjelaskan pengertian dari guru bimbingan dan konseling.
2. Menjelaskan pengertian bimbingan dan konseling.
3. Menguraikan tujuan bimbingan dan konseling
4. Menuliskan fungsi dari bimbingan.
5. Menguraikan macam-macam layanan dari bimbingan dan konseling.
6. Menjelaskan peran guru pembimbing (konselor) terhadap perkembangan peserta didik.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Kajian Teori
A.    Pengertian Guru Bimbingan Konseling
Guru pembimbing terdiri dari dua kata Guru dan Pembimbing, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya mengajar (profesi), dan pembimbing adalah orang yang melakukan proses bimbingan atau pembimbingan.
 Guru pembimbing (konselor) adalah orang yang mempunyai keahlian khusus dalam melakukan konseling yang bertugas memberikan bantuan psikologis dan kemanusiaan sevara ilmiah dan profesional sehingga harus mampu mencitakan komunikasi yang baik dengan siswa dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup.
B.    Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari “guidance” dan “counseling” dalam bahasa Inggris. Secara harfiyah istilah “guidance” dari akar “guide” berarti : mengarahkan (to direct), memandu (to pilot), mengelola (to manage), dan menyetir (to steer).
1.    Bimbingan
Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan berencana yang terarah kepada pencapaian tujuan. Bimbingan menurut para ahli :
a.    Chiskolm, dalam McDaniel 1959
Bimbingan membantu setiap individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri.
b.    Lafever, dalam McDaniel 1959
Bimbingan adalah bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematik guna membantu pertumbuhan anak muda atas kekuatannya dalam menentukkan dan mengarahkan kehidupannya sendiri, yang pada akhirnya ia dapat memperoleh pengalaman – pengalaman yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.

c.    Bernard & Fullmer 1969
Bimbingan merupakan segala kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisi pribadi setiap individu.
Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa bimbingan merupakan suatu bentuk layanan bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengembangkan kemampuannya seoptimal mungkin, dan membantu peserta didik agar memahami dirinya (self understanding), menerima dirinya (self acceptance), mengarahkan dirinya (self direction), dan merealisasikan dirinya (self realization) untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi di dalam kehidupannya.
2.    Konseling
Konseling dapat didefinisikan suatu proses antar pribadi dari seseorang dengan orang lain untuk membantu dalam meningkatkan pemahaman dan kecakapan yang dimilikinya atau usaha untuk membantu seseorang dalam menolong dirinya sendiri. Pengertian konseling menurut para ahli :
a.       Robinson ( M. Surya 1986)
Konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, dimana yang seseorang yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
b.      Adi Gunawan, 2003
Konseling adalah pemberian bimbingan oleh yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologi dsb.
c.       Prayitno, 1997
Konseling adalah proses pemberian yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien
d.      Mungin Eddy Wibowo, 1986.
Konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang
Jadi, Konseling adalah pelayanan bantuan oleh seorang ahli untuk individu untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam proses memperoleh konsep dirinya.
C.   Tujuan Bimbingan dan Konseling
Tujuan umum bimbingan dan konseling pada dasarnya sejalan dengan tujuan pendidikan itu sendiri, karena bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari system penddikan. Dilihat dalam Undang – Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu tujuan pendidikan adalah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiki pengetahuan dan leterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
 Sesuai dengan pengertian bimbingan dan konseling sebagai upaya untuk membentuk perkembangan kepribadian siswa secara optimal, maka secara umum layanan bimbingan dan konseling di sekolah harus dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia. Upaya bimbingan dan konseling memungkinkan peserta didik mengenal dan menerima diri sendiri serta mengenal dan menerima lingkungannya secara positif dan dinamis serta mampu mengambil keputusan, mengamalkan dan mewujudkan diri sendiri secara efektif dan produktif sesuai dengan dengan peranan yang diinginkannya di masa depan. Secara lebih khusus, kawasan bimbingan dan konseling yang mencangkup seluruh upaya tersebut meliputi bidang bimbingan pribadi, bimbingan social, bimbingan beljar dan bimbingan karier.
Upaya bimbingan dan konseling yang dimaksud diselenggarakan melalui pengembangan segenap potensi individu peserta didik secara optimal, dengan memanfaatkan berbagai sarana dan cara berdasarkan norma – norma yang berlaku dan mengikuti kaidah – kaidah professional. Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah adalah untuk membantu siswa agar dapat mecapai tujuan-tujuan perkembangan yang meliputi aspek pribadi, social, belajar dan karier.
Tujuan pemberian layanan bimbingan ialah agar siswa dapat :
1.    Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.
2.    Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.
3.    Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya,
Dapat diambil suatu kesimpulan bahwa tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk memandirikan individu.

D. Fungsi Bimbingan
1.    Fungsi pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap dirimya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama).
2.    Fungsi preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik seperti bahaya minuman keras, merokok , penyalahgunaa obat-obatan terlarang, drop out dan pergaulan bebas.
3.    Fungsi pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dimana konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasiltasi perkembangan peserta didik. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disisni yaitu layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok, atau curah pendapat dan karyawisata.
4.    Fungsi perbaikan (penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kreatif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan oleh konselor terhadap peserta didik yang memiliki masalah, baik menyangkut aspek pribadi, social, belajar,maupun karier. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
5.    Fungsi penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakulikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karier atau jabatan yang sesuai dengan minat bakat, keahlian dan cirri-ciri kepribadian lainnya.
6.    Fungsi adaptasi, yaitu membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaian program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa.
7.    Fungsi penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhadap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.
8.    Fungsi pencegahan, yaitu fungsi bimbingan yang berupaya mencegah dan menghindarkan peserta didik dari berbagai permasalahan yang mugkin timbul, yang akan mengganggu, menghambat, ataupun menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangan peserta didik.
E.    Macam-macam Layanan Bimbingan Konseling
Ada sejumlah layanan dalam bimbingan dan konseling di sekolah diantaranya sebagai berikut:
a. Layanan orientasi
Layanan orientasi yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar terhadap peserta didik (terutama orang tua) memahami lingkungan (seperti sekolah) yang baru dimasuki peserta didik untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru ini.
b. Layanan informasi
Layanan informasi yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik dan pihak-pihak lain yang dapat memberikan pengaruh yang besar kepada peserta didik (terutama orang tua) dalam menerima dan memahami informasi (seperti informasi pendidikan dan informasi jabatan) yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan sehari-hari sebagai pelajar, anggota keluarga, dan masyarakat.
c. Layanan penempatan penyaluran
Yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya, penempatan/penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan atau program studi, program pilihan, magang, kegiatan kurikuler/ekstrakurikuler) sesuai dengan potensi, bakat, dan minat serta kondisi pribadinya.
d. Layanan bimbingan belajar
Yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik mengembangkan diri berkenaan dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan beelajarnya, serta berbagai aspek dan tujuan dan kegiatan belajar lainnya, sesuai dengan perkembangan ilmu, teknologi, dan kesenian.
e. Layanan konseling perseorangan
Layanan konseling perorangan yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik yang mendapatkan layanan langsung secara tatap muka denagn guru pembimbing/konselor dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahannya.
2.2  Pembahasan
Bimbingan dan konseling  membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi pada anak didik yang mengalami kesulitan dalam suatu hal yang mengakibatkan keterlibtan dirinya sendiri. Seorang anak akan kesulitan dalam belajar di akibatkan adanya gangguan yang terjadi pada dirinya baik dari segi pemikiran, kepribadian maupun segi masalah linkungan disekitarnya.
Perkembangan peserta didik akan menjadi lebih mudah dilihat dan dirasakan, dikarenakan adanya bimbingan dan konseling terhadap peserta didik di sekolah.
Dalam pendidikan di sekolah layanan bimbingan dan konseling diberikan oleh guru, baik guru khusus mata pelajaran bimbingan dan konseling (BK) maupun guru mata pelajaran dan wali kelas dengan arahan dari kepala sekolah kepada peserta didik.
Bantuan yang diberikan oleh guru pembimbing kepada peserta didik di sekolah tidak hanya kepada mereka yang bermasalah saja, tetapi juga diberikan kepada semua siswa. Baik itu yang bermasalah maupun yang tidak bermasalah.
Peserta didik sebagai seorang individu yang sedang berada dalam proses berkembang atau menjadi (on becoming), yaitu berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Untuk mencapai kematangan tersebut, peserta didik memerlukan bimbingan karena mereka masih kurang memiliki pemahaman atau wawasan tentang dirinya dan lingkungannya, juga pengalaman dalam menentukan arah kehidupannya. Disamping itu terdapat suatu keniscayaan bahwa proses perkembangan siswa tidak selalu berlangsung secara mulus, atau bebas dari masalah terutama saat remaja. Dengan kata lain, proses perkembangan itu tidak selalu berjalan dalam alur linier, lurus, atau searah dengan potensi, harapan dan nilai-nilai yang dianut.
Dengan Misi Bimbingan Konseling, yaitu memfasilitasi seluruh peserta didik memperoleh dan menguasai kompetensi di bidang akademik, pribadi, sosial, karir berlandaskan pada tata kehidupan etis normatif, dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maka sudah selayaknyalah seorang guru khususnya guru pembimbing merasa bertanggung jawab terhadap peserta didik dan ikut berperan aktif memberikan layanan khusus kepada mereka.
A.   Peran Guru Bimbingan konseling
Menurut Ahmad Juntika peran guru bimbingan konseling adalah seorang dengan rangkaian untuk membantu mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.
Lain halnya menurut Djumhur, ia berpendapat bahwa peran guru bimbingan konseling adalah seorang yang memiliki pengetahuan dan pengertian yang lebih lengkap mengenai peserta didk dan berkewajiban menghadapi kasus-kasus yang lebih berat.
Jadi yang dimaksud dengan peranan konselor/guru bimbingan konseling adalah seorang yang telah memiliki pengetahuan secara psikologis untuk membantu menyelesaikan permasalahan siswa melalui kegiatan bimbingan dan konseling.
Sebagai pelaksanan inti, Guru Pembimbing bertugas :
1)    Memasyarakatkan pelayanan Bimbingan dan Konseling.
2)    Merencanakan program Bimbingan dan Konseling (terutama program – program satuan layanan dan satuan pendukung Bimbingan dan Konseling untuk satuan – satuan waktu tertentu). Program – program tersebut dikemas dalam program harian, semester dan tahunan.
3)    Melaksanakan segenap layanan Bimbingan dan Konseling.
Ada tiga peran atau fungsi pokok konselor dalam melakasanakan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Dari ketiga peran itu ada yang langsung kepada siswa (layanan konseling) dan ada juga yang tidak langsung, yaitu melalui pihak lain (layanan konsultasi dan koordinasi). Ketiga peran konselor itu adalah sebagai berikut :

1.    Konseling
Konselor membina atau memantapkan kepercayaan dan hubungan kerja yang bersifat konfidansial (rahasia) dalam membantu siswa, bai sevara individual maupun kelompok. Konselor membantu siswa  dengan cara mengeksplorasi dan memahami karakteristik pribadi siswa dalam kaitannya dengan belajar dan pengembangan diri. Layanan bantuan yang diberikan melalui konseling ini adaah pemecahan masalah , pengembangan, keterampilan, dan pengambilan keputusan.
2.    Konsultasi
Konsultasi merupakan proses bantuan kepada  pihak kedua secara langsung sebagai upaya untuk membanyu pihak ketiga (siswa) secara tidak langsung. Melalui konsultasi ini. Konselor membantu para personel sekolah (kepala dan wakil kepala sekolah, guru mata pelajaran, dan staf administrasi), dan para orang tua siswa. Tujuan konsultasi adalah membantu mereka agar memiliki pemahaman dan keterampilan dalam berinteraksi satu sama yang lainnya secara lebih efektif. Khususnya dalam hubungan dengan siswa.
3.    Koordinasi
Koordinasi merupakan proses kepemimpinan yang diperankan konselor dalam membantu pengorganisasian dan pengelolaan program bimbingan dan knseling di sekolah.
B.   Peran guru pembimbing (konselor) terhadap peserta didik
Peran guru bimbingan dan konseling/ konselor terkait dengan pengembangan diri peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah/ madrasah. Peran guru pembimbing yaitu sebagai berikut :
a.    Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai bakat dan minat.
b.    Pengembangan kehidupan social, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan social dan industrial yang harmonis, dinamis, berkeadilan dan bermartabat.
c.    Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah/ madrasah secara mandiri.
d.    Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Ketika bimbingan dan konseling telah memotivasi anak untuk mengembangkan potensinya ia akan lebih menonjol dalam potensi pada dirinya yang mungkin teman yang melihat dirinya berkembang di lingkungannya tinggal akan terikut termotivasi dengan apa yang telah ia kerjakan.







BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
Perkembangan kemampuan peserta didik secara optimal untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan memecahkan masalah merupakan tanggung jawab yang besar dari kegiatan pendidikan. Oleh karena itu, pemahaman potensi pribadi sangat penting untuk perkembangan siswa sebagai manusia yang utuh. Disamping itu, dalam perkembangannya siswa sering kali menghadapi masalah yang tidak mampu dipecahkan sendiri, sehingga mengganggu keberhasilan belajarnya.
Dengan adanya bimbingan dan konseling Perkembangan peserta didik akan menjadi lebih mudah dilihat dan dirasakan. Peran guru pembimbing (konselor) terhadap peserta didik di sekolah meberikan banyak manfaat dalam perkembangan peserta didik. Permasalahan yang dihadapi peserta didik dalam proses perkembangan dapat diselesaikan dengan baik dan membuat peserta didik lebih matang dan meciptakan kemandirian dalam diri individu. Upaya bimbingan dan konseling yang diselenggarakan untuk mengembangan segenap potensi individu peserta didik secara optimal.

3.2  Saran
      Dalam proses pembelajaran diharapkan bukan hanya memperhatikan aspek akademisnya saja tetapi juga harus melakukan pendekatan emosional dengan siswa agar proses belajar akan lebih mudah dan disenangi oleh peserta didik. Salah satu caranya yaitu dengan diadakannya bimbingan dan konseling yang secara tidak langsung akan berhubungan dengan keberhasilan belajar siswa tersebut.










DAFTAR PUSTAKA
Yusuf, Syamsu, L.N. 2006. Program Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah. Bandung : Pustaka Bani Quraisy
Yusuf, Syamsu, L.N. 2011. Landasan Bimbingan Dan Konseling. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
H. Prayitno. 1994. Dasar Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta : Rineka Cipta
Mulyadi, Agus. 2003. Dasar Dasar BImbingan Dan Konseling. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Dasar Dan Menengah
Sutirna. 2013. Bimbingan Dan Konseling. Yogyakarta : ANDI Offset
Willis, Sofyan, S. 2004. Konseling  Individul Teori Dan Praktek. Bandung : Alfabeta
Munadi Yudhi.2008.Media Pembelajaran.Ciputat: GB Press.
Jasnielriel. 2012. Layanan Bimbingan Konseling. Online : http://jasnielreal.blogspot.co.id/2012/10/9/layanan-bimbingan-konseling.html
Bibjai, Keputrianis. 2013. Peran Guru Dalam Layanan Bimbingan Dan Konseling. Online : http://keputrianisbinjai.blogspot.co.id/2013/04/peran-guru-dalam-layanan-bimbingan-dan-konseling.html